Quotes of The Day

Selalu ada kendala di dalam setiap usaha. Satu-satunya hal yang tidak memiliki kendala adalah tidak melakukan apa-apa.
Showing posts with label Techno. Show all posts
Showing posts with label Techno. Show all posts

Friday, January 12, 2018

Dapat Email dari Youtube - Iklan Ditangguhkan Sementara dan Partnership Disabled



Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..

Menyambung postingan saya yang sebelumnya "Pendapatan Youtube Hilang Sebagian", kali ini saya akan memposting update dari lika-liku kisah peryoutuban saya. Mari disimak..

Setelah sebelumnya pihak Youtube telah menghukum saya karena nge-klik iklan sendiri dengan memotong sebagian penghasilan saya, sekarang pihak Adsense telah mengirim email berisi penangguhan tayangan iklan selama 30 hari ke depan. Berikut email dari Adsense


Coba dibaca sendiri ya.. intinya selama 30 hari ke depan akun youtube saya akan diblokir dari penayangan iklan dan otomatis perputaran penghasilan akan terhenti sementara. Nah, ini adalah pelajaran buat kawan-kawan semua agar tidak coba-coba nge-klik iklan sendiri atau melakukan hal-hal lain yang dilarang dan telah menjadi kesepakatan antara Adsense dengan Mitra Youtube.

Kalau agan-agan ada yang mendapat email seperti yang saya dapatkan, jangan khawatir.. Saya sudah dapat solusinya setelah mencari ke situs resmi layanan Adsense Youtube. Kita hanya disuruh menunggu selama 30 hari sampai masa penangguhan selesai, setelah itu iklan akan segera kembali ditayangkan.

Semoga bermanfaat.


Monday, January 8, 2018

Pendapatan Adsense Youtube Hilang Sebagian



Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh..

Kali ini saya akan berbagi pengalaman pribadi sebenarnya, yang mana saya sendiri baru mengalami hal ini baru-baru ini. Awalnya saya mengira kalau penyebab penghasilan hilang sebagian adalah karena saya belum bisa menarik uangnya di tahun 2017, karena masih belum mencapai jumlah minimun tarik dollar sehingga pendapatan di tahun 2017 jadi hangus dengan masuknya tahun baru 2018.

Tapi usut punya usut, setelah saya mencari tahu di google dan juga lewat youtube, ternyata penyebabnya sangat tidak terduga. Tapi sebelum kita bahas penyebab penghasilan saya bisa hilang sebagian, kita bahas dulu beberapa penyebab dan solusi dari beberapa sumber yang sudah saya cari.

Penyebab yang pertama adalah karena di menu analytics, setelannya disetting ke 28 hari terakhir secara otomatis oleh youtube. Sehingga penghasilan di bawah 28 hari terakhir tidak terbaca. Nah, kalau ini solusinya gampang. Tinggal klik tombol yang ada tulisan 28 hari terakhir di pojok kanan itu dan ganti dengan 90 hari terakhir atau selama ini, maka otomatis pendapatan anda sebenarnya akan segera muncul.

Nah, masalahnya adalah saya sudah coba cara di atas berulang-ulang namun tetap nihil hasil. Setelah saya mencari tahu lebih jauh lagi, ternyata bisa jadi penyebabnya adalah karena saya pernah menggunakan satu akun untuk ngeklik iklan sendiri secara berulang-ulang. Nah, hal ini bisa saja menjadi penyebab pihak Google Adsense melihat saya sudah mencari jalan pintas dalam meraih penghasilan, jadi mereka menghukum saya dengan memotong sebagian penghasilan yang menurut mereka sudah saya dapatkan dengan cara yang tidak sesuai dengan persyaratan mereka.

Jadi saya menyesal sudah berbuat demikian dan saya berjanji ke Google untuk tidak melakukan hal serupa lagi kedepannya.

Jadi buat kawan-kawan yang sedang berjuang dengan Youtubenya, saya kira pengalaman saya ini cukuplah menjadi pelajaran untuk santai saja dalam mencari Dollar dari Youtube ini. tidak perlu membuat akun lain khusus untuk ngeklik iklan secara berulang. Karena kalau konten Youtube kita menarik, Insyaa Allah akan terus dibuka oleh orang sehingga pendapatan kita juga akan berjalan normal tanpa harussibuk-sibuk ngeklik iklan sendiri.

Mungkin sekian dulu postingan kali ini, jangan lupa berkunjung juga ya ke channel saya Haikal Putra Aurivan

Monday, December 11, 2017

Pengujian Hipotesis



Pengujian hipotesis statistik adalah prosedur yang memungkinkan keputusan dapat dibuat, yaitu keputusan untuk menolak atau atau tidak menolak hipotesis yang sedang dipersoalkan. Hipotesis yang akan diuji diberi symbol Ho (hipotesis nol) dan langsung disertai Ha (hipotesis alternatif). Ha akan secara otomatis diterima, apabila Ho ditolak.
A.   Uji Hipotesis Rata-Rata Sampel Tunggal (One Sample t Test)

Uji rata-rata satu sampel atau sering di kenal sebagai uji one sample t test berguna untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata populasi yang digunakan sebagai pembading dengan rata-rata sebuah sampel. Dari hasil uji ini akan diketahui apakah rata-rata populasi yang digunakan sebagai pembanding berbeda nyata secara signifikan dengan rata-rata sebuah sampel,  jika ada perbedaan rata-rata manakah yang lebih tinggi.
Rumusan hipotesis

     H o :   o , untuk menguji apakah rata-rata sample μ sama dengan rata-rata μo
yang diberikan.
     Ha :   o , untuk menguji apakah rata-rata sample μ lebih dari rata-rata μo yang
diberikan.
     H a :   o , untuk menguji apakah rata-rata sample μ kurang dari rata-rata μo
yang diberikan.


Kasus untuk sampel kecil

7
5
7
6
5
3
8
4
8
8
3
4
7
7
5
6
6
4
5
8
4
6
7
5

 
Sebuah asrama putri menyatakan bahwa menerima rata-rata 6 orang mahasiswa selama 2 tahun terakhir. Uji pernyataan tersebut pada taraf α = 0,05 jika diketahui data penerimaan mahasiswi selama 24 bulan bulan terakhir adalah sebagai berikut (nama variable kost):


Penyelesaian:

Kasus  diatas  terdiri  atas  satu  sample  yang  akan  dipakai  dengan  nilai  populasi hipotesis 6 orang. Di sini populasi dianggap berdistribusi normal dan karena sample
< 30, maka dipakai uji t.

Langkah-langkah:

1.   Klik menu Analyze → Compare-Means → One Sample T test…
Maka tampak dilayar:



2.   Masukkan variable kost ke kotak Test Variable(s).

3.   Untuk nilai yang akan diuji, isi angka 6 di kotak Test Value.

4.   Klik  tombol  Options…  untuk  mengganti  tingkat  kepercayaan  (Confidence

Interval), gunakan tingkat kepercayaan 95%. Kemudian OK.

Akan muncul output:

One-Sample Statistics



N

Mean
Std.
Deviation

Std. Error Mean
KOST
24
5.75
1.595
.326


One-Sample Test



Test Value = 6




t



df

Sig. (2- tailed)

Mean
Difference
95% Confidence
Interval of the
Difference






Lower

Upper
KOST
-.768
23
.450
-.25
-.92
.42


Penjelasan: Hipotesis:
Ho : rata-rata penerimaan mahasiswa = 6

Ha : rata-rata penerimaan mahasiswa ≠ 6

Daerah penolakan:

Uji 2 arah: Tolak Ho bila

Kesimpulan:

t  t 2,n1  atau Pvalue < α


Dari keluaran di atas diperoleh nilai P = 0,45, sedangkan taraf nyata yang diuji adalah 0,05. Karena P = 0,45 > α = 0,05, maka terima Ho. Jadi dapat disimpulkan bahwa asrama putri menerima rata-rata 6 orang mahasiswi selama 2 tahun terakhir.
Kesimpulan yang sama juga akan diperoleh jika menggunakan statistik uji t. Ho


ditolak bila

t  t  2,n1

atau jika t bernilai negative bila

t  t  2,n1 . Untuk kasus ini, α


= 0,05 dan n = 24 diperoleh nilai t0.025,23  = 2,069. Karena t = -0,768 > t0.025,23  = -

2,069; maka terima Ho



Kasus untuk sampel besar

Seorang dosen mengatakan berat badan rata-rata mahsiswa di universitas 150 pon. Seorang mahasiswi ingin menguji kebenaran kata-kata dosennya itu dengan tingkat kepercayaan 95%. Dia mengambil sample acak 40 mahasiswa dengan berat sebagai berikut:
128           138      135      164      165      150      144      132      157      144

125           149      145      152      140      154      156      153      119      148

136           163      147      176      147      135      142      150      145      173

135           142      138      126      140      161      146      168      198      146

Penyelesaian:

Pada SPSS pengujian sample besar tetap menggunakan One Sample T test… sehingga tahapan pengerjaan untuk contoh ini digunakan langkah-langkah di atas. Akan muncul output:
One-Sample Statistics





N



Mean

Std. Deviation
Std.
Error
Mean
BERAT
40
147.80
15.274
2.415




One-Sample Test



Test Value = 150




t



df

Sig. (2- tailed)
Mean
Differenc e
95% Confidence
Interval of the
Difference






Lower

Upper
BERAT
-.911
39
.368
-2.20
-7.08
2.68
Penjelasan:

Ho : Rata-rata berat badan mahasiswa = 150 pon

Ha : Rata-rata berat badan mahasiswa ≠ 150 pon

Daerah penolakan: Uji 2 arah, tolak Ho apabila

Kesimpulan:

z  z 2

atau Pvalue < α.


Dari keluaran di atas diperoleh nilai P = 0,368, sedangkan taraf nyata α yang diuji adalah 0,05. Karena P > α maka terima Ho. Jadi pernyataan dosen yang menyatakan berat badan rata-rata mahasiswa 150 pon adalah benar.
Kesimpulan yang sama juga akan diperoleh jika menggunakan statistik uji z. Ho


ditolak apabila

z  z  2

atau jika z bernilai negative

z   z  2 . Untuk kasus ini α =


0,05 maka diperoleh z0,025  = -1,96. Karena

Ho.

z  z0,025

(-0,91 > -1,96) maka terima




Latihan.

1.    Suatu daerah akan mengembangkan salah satu kecamatan yang terpencil. Salah satu alternative pengembangannya adalah dengan cara mengembangkan peternakan sapi perah oleh masyarakat daerah itu. Menurut perhitungan yang telah dilakukan sebelumnya, peternakan sapi perah hanya akan menguntungkan apabila produksi rata-ratanya mencapai 16  liter per hari. Kepala-kepala desa setempat mengatakan bahwa rata-rata produksi susu setiap ekor sapi per hari mencapai 16 liter. Untuk melaksanakan program pengembangan peternakan sapi perah itu tentu saja harus diuji apakah produksi susu rata-ratanya benar-benar 16 liter, dengan kata lainapakah pernyataan para kepala desa itu benar. Oleh karena itu diteliti sampel sebanyak 6 ekor sapi dengan kualitas sesuai dengan program


yang dimiliki oleh penduduk di daerah itu. Ternyata produksi susunya sebagai

berikut: 14, 15, 19, 12, 17, dan 18 liter. Uji kebenaran hipotesis dengan α = 5%!

2.    Suatu perusahaan penangkar benih menawarka suatu KUD untuk memasarkan benih yang dihasilkannya kepada para petani. Benih ini dijamin memiliki rata- rata daya kecambah 80% dengan ragam 9%. Karena menyangkut produktivitas padi sawah di arealnya, maka manajer KUD ini menguji kebenaran jaminan tersebut dengan melakukan percobaan dengan menanam benih masing-masing
1.000 butir benih yang diambil secara acak pada 8 petak sawah. Dua minggu setelah tanam, diperoleh persen daya kecambah pada masing-masing petak 85,
86, 87, 84, 91, dan 75%, α = 5%. Menurut saudara, maukah manajer tersebut

memasarkan benih ini?



B.   Uji Hipotesis Beda Rata-rata Dua Sampel Berpasangan (Paired Sample t

Test)

Dua sampel berpasangan artinya sampel dengan subjek yang sama namun mengalami dua perlakuan atau pengukuran yang berbeda. Uji perbedaan rata-rata dua sampel  berpasangan  atau uji paired  sample  t  test  digunakan untuk  menguji ada tidaknya perbedaan mean untuk dua sampel bebas (independen) yang berpasangan. Adapun  yang  dimaksud  berpasangan adalah data pada sampel kedua  merupakan perubahan atau perbedaan dari data sampel pertama atau dengan kata lain sebuah sampel dengan subjek sama mengalami dua perlakuan.
Contoh kasus.

Pengujian produktivitas padi (kwintal) yang diberi dua jenis pupuk.

Plot
Pupuk A
Pupuk B
1
7
8
2
6
6
3
5
7
4
6
8
5
5
6
6
4
6
7
4
7
8
6
7
9
6
8
10
7
7
11
6
6
12
5
7


Langkah-langkah pengujian:

1.    Masukkan data seperti data di atas sesuai dengan variabelnya.

2.    Klik menu Analyze – Compare Means – Paired-Samples T Test.

3.    Klik Pupuk_A dan drag ke kotak Paired Variables pada kolom Variable 1 dan

Pupuk_B ke Variable 2.


4.    Untuk Options, gunakan tingkat kepercayaan 95% atau tingkat signifikansi 5%, klik Continue.
5.    Untuk mengakhiri klik OK, maka akan ditampilkan outputnya sebagai berikut:



Paired Samples Statistics


Mean

N

Std. Deviation

Std. Error Mean

Pupuk_A Pair 1
Pupuk_B

5.58

12

.996

.288
6.92
12
.793
.229
Paired Samples Correlations


N

Correlation

Sig.


Pair 1     Pupuk_A & Pupuk_B

12

.412

.183
Paired Samples Test


Paired Differences

t

df

Sig. (2- tailed)

Mean

Std. Deviation

Std. Error

Mean
95% Confidence Interval of the Difference

Lower

Upper

Pair  Pupuk_A -

1       Pupuk_B

-1.333

.985

.284

-1.959

-.708

-4.690

11

.001


Penjelasan output:


      Tabel  pertama  menjelaskan  deskriptif  dari  hasil  panen  padi  untuk  masing- masing pupuk. Rata-rata panen padi yang diberi pupuk A 5,58 kwintal dengan standar deviasi 0,996 kwintal dan standard error 0,228 kwintal. Sedang padi yang  diberi pupuk  jenis B  memiliki rata-rata lebih  besar  sedangkan  standar deviasi dan standar error lebih kecil yaitu 0.793 dan 0,229 kwintal.
      Tabel kedua  menyajikan korelasi  antara  kedua  variabel,  yang  menghasilkan angka 0,412 dengan nilai probabilitas (sig.) 0,183. Hal ini menyatakan bahwa korelasi antara sebelum diet dan sesudah diet mempunyai hubunganyang sedang bahkan cenderung lemah, karena nilai probabilitas >0,05.
      Tabel Ketiga (Paired Samples Test) Hipotesis :
*Ho = Kedua rata-rata populasi sama (rata-rata hasil panen padi yang diberi pupuk A dan pupuk B adalah sama atau tidak berbeda secara nyata)
*H1 = Kedua rata-rata populasi tidak sama (rata-rata hasil panen padi yang diberi pupuk A dan pupuk B adalah tidak sama atau berbeda secara nyata) Berdasarkan perbandingan nilai probabilitas (Sig.)
*Jika probabilitas > 0,05, maka Ho diterima

*Jika probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak

Keputusan :

Terlihat bahwa nilai probabilitas 0,001. Oleh karena probabilitas 0,001 < 0,05, maka Ho ditolak, yang berarti rata-rata kedua populasi tidak sama atau berbeda nyata. Dalam output juga disertakan berbedaan mean sebesar 1,333 kwintal yaitu selisih rata-rata hasil panen kedua padi.
Sebagai latihan bagi para mahasiswa, lakukan pengambilan keputusan menggunakan t hitung dan t table.
Latihan.

Ujilah apakah terdapat perbedaan penghasilan para petambak ikan pada musim penghujan dan kemarau. Diambil sampel sebanyak 5 petambak yang memiliki luas kolam yang sama. Penghasilan dalam ton adalah sebagai berikut:
No
1
2
3
4
5
Musim Hujan
15
14
11
21
10
Musim Kemarau
13
10
9
25
9


C.   Uji  Hipotesis  Beda  Rata-Rata  Dua  Sampel  Saling  Bebas  (Independent

Sample t Test)

Uji Independent Sample T Test digunakan untuk membandingkan rata-rata dari dua group yang tidak berhubungan satu dengan yang lain, apakah kedua group tersebut mempuyai rata-rata yang sama ataukah tidak secara signifikan. Data kuantitatif dengan asumsi data berdistribusi normal dan jumlah data sedikit yakni di dibawah 30.
Contoh kasus.

Ada anggapan bahwa ada perbedaan IP antara mahasiswa Prodi A dengan

Prodi B. Dari sampel acak mahasiswa yang dipilih, diperoleh data IP sebagai berikut:

Prodi A
2,11
3,15
2,75
3,10
2,95
2,95
3,00
2,50
2,79
2,50
Prodi B
3,05
2,70
2,90
2,67
3,15
2,03
2,65
2,37




Langkah-langkah pengujian:

1. Pada kolom Name, ketik IP pada baris pertama dan Prodi pada baris kedua.

2. Pada kolom Label, ketik Indeks Prestasi untuk baris pertama dan Prodi untuk baris kedua.
3. Pada baris kedua, pada kolom Values, klik mouse pada kotak kecil di kanan sel.

Pada kotak isikan Value ketik 1, pada kotak isian Value label, ketik Prodi A, Klik tombol Add, selanjutnya isi kembali untuk value, ketik 2 dan pada Velue label ketik Prodi B, klik kembali tombol Add, kerena sudah selesai maka klik OK.
4. Klik Data View, pada SPSS Data Editor dan masukkan datanya seperti data di atas sesuai dengan variabelnya.
5. Setelah itu, klik menu Analyze – Compare Means – Independent – Samples T

test.

6. Muncul kotak  dialog  baru,  pada  kotak tersebut  klik  variable  Indeks  Prestasi, masukkan ke kotak Test Variables.
7. Pada Grouping Variable, klik Define Groups ketik 1 pada Group 1 dan ketik 2 pada Group 2, kemudian klik Continue.
8. Untuk Option, gunakan tingkat kepercayaan 95% atau tingkat signifikansi 5%, klik Continue.
9. Untuk mengakhiri perintah Klik OK. Maka akan muncul output SPSS



Group Statistics




Prodi

N


Mean

Std. Deviation

Std. Error Mean

Prodi A


10

2.7300

.36624

.11582

Prodi B


8

2.6900

.36359

.12855

 
IP



Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of Variances

t-test for Equality of Means

F

Sig.

t

df

Sig. (2- tailed)

Mean

Difference

Std. Error

Difference

95% Confidence

Interval of the

Difference

Lower

Upper

Equal variances
assumed
IP
Equal
variances not assumed


.311


.585


.231


16


.820


.04000


.17318


-.32712


.40712




.231


15.191


.820


.04000


.17303


-.32839


.40839


Penjelasan output.

  Output Bagian Pertama (Group Statistics)

Pada  bagian  pertama  ini  menyajikan  deskripsi  variabel  yang  dianalisis,  yang meliputi rata-rata (mean) Indek Prestasi Prodi A = 2,7800 dengan standar deviasi
0,3253 dan rata-rata Indek Prestasi Prodi B = 2,6900 dengan Standar deviasi

0,3636.

  Output Bagian Kedua (Independent Sample Test) Analisis Uji F
Hipotesis :

H0 = Kedua varians populasi adalah sama (homogen)

H1 = Kedua varians populasi adalah tidak sama (tidak homogen) Pengambilan Keputusan :
• Jika nilai probabilitas > 0,05, maka H0 diterima

• Jika nilai probabilitas < 0,05, maka H0 ditolak


Keputusan :

Terlihat bahwa Fhitung untuk Indek Prestasi adalah 0,006 dengan probabilitas

0,937. Oleh karena nilai probabilitas > 0,05, maka H0 diterima atau kedua varians populasi adalah sama (homogen)


Analisis Uji t

Hipotesis :

Ho = rata-rata Indek Prestasi antara Prodi A dan Prodi B adalah sama

H1 = rata-rata Indek Prestasi antara Prodi A dan Prodi B adalah tidak sama Pengambilan keputusan dalan analisis Uji t  dapat  dilakukan dengan dua cara yakni berdasarkan perbandingan antara thitung dengan t tabel, dan berdasarkan perbandingan nilai probabilitas atau nilai signifikansi.
• Jika probabilitas > 0,05, maka H0 diterima

• Jika probabilitas < 0,05, maka H0 ditolak

Keputusan :

Terlihat bahwa thitung adalah dengan probabilitas 0,587. Oleh karena probabilitas

0,587 > 0,05, maka Ho diterima, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata indek prestasi antara Prodi A dan Prodi B adalah sama.


Latihan

Terdapat dua tanaman utama yang diusahakan oleh petani, yaitu kopi dan sayuran. Seorang peneliti tertarik untuk mengamati perbedaan pendapatan kedua jenis petani ini. Hasil survey terhadap masing-masing 10 petani kopi dan 10 petani sayuran yang
terpilih secara acak ada pada table ini.

Petani
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Kopi
2,5
2,7
3,7
7,5
7
6
5,2
5,5
8,1
9,1
Sayuran
1,5
3,1
2,7
1,5
1,4
1,7
6,1
3,5
1,9
2,7
Dengan α = 5%, ujilah perbedaan pendapatan kedua kelompok petani tersebut.